Motivasi utama wisatawan melakukan kegiatan wisata adalah untuk mendapatkan pengalaman sekaligus pengetahuan baru. Oleh karena itu, sekarang ini banyak sekali pelaku industri pariwisata yang berlomba-lomba menawarkan hal tersebut kepada wisatawan.
Kian hari, industri pariwisata terus berkembang. Para pelaku industri didesak untuk terus berinovasi. Rangkaian inovasi tersebut mencakup industri pariwisata kreatif atau creative tourism. Creative tourism ini mengajak wisatawan tidak hanya sekadar menikmati pemandangan yang disajikan, namun juga ikut serta terlibat dalam aktivitas tersebut.
Turis ikut bercocok tanam di Kupu Barong, via Instagram/
kupubarong

Wisatawan mancanegara mengikuti proses pembuatan kopi Lombok di desa wisata Kembang kuning, Kec. Sikur, Selong, Lombok Timur (Foto: Antara)

Mengikuti Coffee class training, proses menumbuk biji kopi di Lombok (Foto: Antara)
Creative tourism telah banyak diimplementasikan oleh berbagai desa wisata, contohnya yaitu di Desa Wisata Nglanggeran yang berada di Gunung Api Purba, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Saat berkunjung ke destinasi tersebut, kita tidak hanya disajikan pemandangan alam yang menawan. Namun, kita juga ditawarkan berbagai paket wisata yang secara langsung melibatkan wisatawan dalam kegiatan warga lokal disana, seperti mengelola coklat, memerah susu kambing, membajak sawah, memasak kuliner tradisional, belajar alat musik tradisional yang dikenal dengan karawitan, membatik, membuat janur, dan masih banyak lagi.
Selain desa wisata, banyak juga pelaku bisnis yang menerapkan konsep kreatif ini, contoh lainnya yaitu Sadean Concept Store yang berada di Panembahan, Yogyakarta. Di samping menawarkan produk lokal, mereka juga mengadakan berbagai workshop untuk para pengunjungnya, seperti Candle Making Class dan Pottery Class.

Belajar membatik (Foto:
https://www.instagram.com/p/CgjbgD6pewD/?igshid=ZmRlMzRkMDU=)

Pottery Class (Foto: https://www.instagram.com/reel/ClSdqwlJP8F/?igshid=ZmRlMzRkMDU=)
"Inspirasi awal mengadakan workshop karena kami tidak ingin Sadean hanya menjadi wadah untuk jual-beli brand lokal saja. Namun, kami ingin brand yang ada di Sadean dapat mengajarkan kepada orang-orang bagaimana membuat produk-produk yang dijual di Sadean ini sendiri. Selain para pengunjung mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan, mereka juga dapat menambah bakat atau bahkan menekuninya. Orang-orang yang telah mengikuti workshop biasanya senang sekali dan mengagumi karya yang mereka hasilkan, karena sesuatu yang dibuat oleh tangan sendiri akan terasa jauh lebih bermakna," ujar Tithania, pemilik Sadean Concept Store.
Creative tourism merupakan langkah baru untuk menuju perekonomian pariwisata kreatif. Konsep ini sangat diminati oleh para wisatawan, sehingga dapat menjadi ide bagus untuk para pelaku industri untuk melakukan inovasi.
Salam Wisata!Sumber: kumparan
*****